September 19, 2010

Selamat Datang Di Jakarta

Sehabis lebaran selalu ada hal wajib yang dilakukan bagi pemerintah Jakarta, OPERASI YUSTISI. Daya tarik Jakarta tetap menjanjikan bagi semua orang. Ajakan saudara, iming-iming teman, maupun keinginan kuat untuk menjadi kaya tetap menjadi faktor utama urbanisasi yang terjadi tiap tahun ini. Ditambah dengan ekploitasi televisi yang menjadikan Jakarta adalah surga bagi semua, dan kesempatan berusaha yang semakin menipis di daerah asal. Jakarta kian padat.
Sudah banyak sekali tulisan mengenai urbanisasi ini. Karena setiap jengkal tanah di Jakarta bisa memberikan kesempatan usaha dan menghasilkan uang. Disini saya tidak akan membahasnya kembali. Tetapi saya hanya ingin menegaskan bahwa, Jakarta tetap menggiurkan.

September 2, 2010

Selamat Idul Fitri

Saya, keluarga, dan natadalam, mengucapkan :

Semoga kita kembali fitrah.


August 11, 2010

July 27, 2010

Pindahkan Ibukota Jakarta

Sebenarnya ini ide basi. Dari jaman Bung Karno sudah ada, dan jaman Orde Baru pun Jonggol sudah dipersiapkan. Akhirnya sampai sekarang cuma jadi wacana pelepas stres karena sudah mentok sama keadaan. Tetapi ingat, efek bercampurnya pusat pemerintahan dan pusat bisnis seperti Jakarta, membuat kemacetan di Jakarta sudah sangat serius mendekati akut.
Dan, kenyataan yang saya hadapi ternyata berkata membenarkan. Semenjak tinggal di Bekasi, ketika berangkat pagi, saya berpapasan dengan beberapa minibus milik pemerintah pusat, yang sedang menjemput karyawan. Hitung-hitung didalam minibus itu ada penumpang sekitar 30 orang, yang bertempat tinggal diluar kota Jakarta, tepatnya di Bekasi. Lalu masih ada berapa minibus lagi yang berangkat dari kota satelit lain seperti Tangerang dan Depok? Lalu ada berapa karyawan pemerintah yang memutuskan memakai kendaran sendiri maupun kendaraan operasional seperti mobil atau motor? Keadaan menjadi terbalik adalah ketika sedang ada libur kantor pemerintah seperti hari Sabtu atau hari libur nasional. Seperti itulah wujud asli Jakarta, yang lengang tanpa ada lalu lalang kendaraan pemerintah, maupun iring-iringan mobil pejabat yang dengan enaknya menembus kemacetan.

Macet Yang Mulai Akut
picture from vivanews.com

Dan jika tidak segera ditindak-lanjuti, yang akan terjadi adalah :
1. Jakarta akan macet total.
2. Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.
3. Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 6 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.

July 20, 2010

Bhagasasi

Kebetulan, mulai saat ini, saya memutuskan untuk menetap di Bekasi. Secara penasaran, berusaha mencari-cari tahu tentang sejarah Bekasi, banyak hal yang saya temui. Berdasarkan beberapa postingan tentang sejarah Bekasi, berikut ini secara garis besar akan saya tuturkan kembali.
Pada masa Kerajaan Tarumanegara, yang masih menggunakan bahasa sansekerta, wilayah ini disebut sebagai Candrabhaga, yang artinya adalah 'bagian dari bulan'. Ini sesuai dengan isi pada prasasti tugu yang ditemukan didaerah Cilincing. Kemudian pada masa kerajaan selanjutnya, yang sudah menggunakan campuran bahasa jawa, 'bagian dari bulan' ini diartikan menjadi Bhagasasi. Kemudian pada perkembangannya, penyebutan Bhagasasi menjadi Bhagasi. Dan pada masa penjajahan Belanda, Bhagasi menjadi Baccasie. Ini diperkuat dengan pernah ditemukannya plang nama Baccasie pada stasiun Lemahabang. Dan akhirnya sampai sekarang kita menyebutnya tetap sebagai Bekasi.

July 5, 2010

Kawasan Mandiri

Setelah Jakarta booming dengan pembangunan apartement bersubsidi di seluruh wilayah, kini timbul pertanyaan baru yang menggelayut, yaitu apakah kawasan hunian itu akan menjadi kawasan mandiri? Selayaknya memang demikian. sebuah kawasan mandiri sangat diperlukan untuk sebuah kota yang super sibuk seperti Jakarta. Ditambah lagi dengan carut-marutnya pola tranportasi yang jauh dari ideal, mobilitas yang tinggi pada Jakarta sudah tidak dapat lagi di tampung oleh wilayah yang sudah sangat padat ini.
Kawasan mandiri yang dapat berdiri sendiri ini selayaknya bisa diterapkan pada beberapa apartement bersubsidi yang sebagian sudah terisi penuh tersebut. Bertempat tinggal, bekerja dan berhibur harus dapat disediakan oleh kawasan ini, atau minimal sudah terintegrasikan kepada wilayah sekitarnya.

TOKYO MIDTOWN
picture from http://www.mitsuifudosan.co.jp/

July 2, 2010

Metode Pengolahan Sampah Kota

Setelah UU No 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah pada 7 Mei 2008 diundangkan/disahkan. Maka paling lambat pada 2013, tidak diperbolehkan lagi mengelola sampah dengan penumpukan sampah secara open dumping atau model tempat pembuangan akhir (TPA) seperti sekarang ini. TPA yang diperbolehkan hanyalah yang berbasis sanitary landfill atau semi sanitary landfill. Pemerintah daerah atau pengelola sampah di TPA tinggal menghitung hari untuk segera mengimplementasikan secara total UU tersebut. Dalam mengimplementasi penanganan sampah ini, pemerintah bisa menggandeng perusahaan dengan memanfatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Pilah Sampah dari Hulu (Rumah Tangga)

Berkenaan dengan kondisi di atas, perlu kiranya dilakukan pengkajian mendalam terhadap berbagai metode pengelolaan sampah yang ditawarkan oleh investor. Pengkajiannya tentu saja meliputi empat aspek utama yang harus diperhatikan yaitu:

1) aspek lingkungan,

2) aspek teknologi,

3) aspek ekonomi dan

4) aspek sosial.

June 25, 2010

Air Laut Untuk Konsumsi

Masih ingat dengan krisis air bersih yang dialami Jakarta beberapa waktu yang lalu? Krisis kemarin hanya berlangsung +/- 3 hari saja, tetapi ribuan orang Jakarta sudah sibuk mencari sumber air lain untuk mandi dan keperluan rumah tangga. Lalu bagaimana bila krisis terjadi hingga berbulan-bulan bahkan menjadi permanen?

Operator pam di Jakarta sudah mencari alternatif sumber air baku lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian seperti di waduk Jati Luhur kemarin. Maka, mereka mulai melirik kepada air baku di kanal banjir timur, tetapi menurut informasi, mereka terkendala dengan debit air yang kurang sesuai dan pemetaan peruntukan lahan yang tersedia.

Lalu apa alternatifnya?

June 22, 2010

pekerjaan rumah pemda DKI Jakarta


Pada kompas.com diberitakan bahwa pada hari ulang tahun jakarta ke 483, tahun 2010, DPRD DKI Jakarta memberikan beberapa catatan kepada Pemda DKI, yaitu:
1. Penerapan kaidah good governance,
2. Reformasi birokrasi,
3. Terkait pengendalian banjir,
4. Konsep pola transportasi makro,
5. Peningkatan sekolah berstandar nasional,
6. Pelayanan kesehatan,
7. Pengadaan ruang terbuka hijau dan antisipasi perubahan iklim
8. Peningkatan kesadaran peduli lingkungan.

Apakah catatan ini akan di evaluasi di tahun depan oleh DPRD DKI?
Sebelumnya, mari kita coba evaluasi lebih dulu.

June 20, 2010

kajian sederhana transportasi jakarta

Berbagai wacana kembali mengemuka untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Mulai dari penggantian sistem 3 in 1 ke Electronic Road Pricing seperti di Singapura, hingga wacana menaikkan tarif parkir untuk menekan penggunaan mobil pribadi.

Bagi saya lucu, karena sebenernya ini akan menimbulkan masalah baru. Mari kita telaah satu-satu dari kacamata saya yang awam ini.

Electronic Road Pricing (ERP). Sebuah sistem dimana mobil akan dipasang alat sensor dengan kartu yang memiliki saldo tertentu, yang nilainya akan otomatis berkurang jika melewati suatu ruas jalan. Sistem ini sudah umum dipergunakan di Singapura. Hampir semua mobil dan motor disana sudah menggunakan alat ini untuk melewati jalan yang terpasang sistem ERP. Tapi penerapan ERP di Jakarta tentu jauh lebih rumit dibanding Singapura.

1. Wilayah dan Jumlah Mobil. Di Indonesia, dengan wilayah yang beratus-ratus kali lebih besar dari singapura, tentu akan kesulitan. Bagaimana jika mobil dari luar daerah ingin melintas jalan ber-ERP? Mereka belum tentu punya alatnya. Beli saat awalpun akan sia-sia karena belum tentu dipergunakan juga. Hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri.

May 30, 2010

arsitek indonesia

VIVAnews -- Tim Arsitek Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan nama Indonesia di tingkat internasional dengan memenangi juara II ‘Skyscraper Competition 2010’ yang diselenggarakan oleh eVolo Magazine, Jurnal Desain dan Arsitektur yang berbasis di Amerika.

Sejak dimulai pada Maret 2010, dan berakhir hari ini, Selasa 18 Mei 2010, tim dari arsitek Indonesia berhasil mengalahkan 430 desain dari 42 negara. Mereka adalah, Erwin Setiawan, Rezza Rahdian, Ayu Diah Shanti dan Leonardus Chrisnantyo, dengan proyek desain yang berjudul "Ciliwung Recovery Program".

Bangunan itu didesain untuk dapat mengumpulkan sampah, memurnikan air, dan menyediakan perumahan bagi ribuan orang yang tinggal di daerah kumuh sepanjang sungai.

Ketua Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan (JUTAP), Fakultas Teknik UGM T Yoyok Wahyu Subroto membenarkan keempat orang tersebut merupakan alumni UGM. Keempatnya merupakan angkatan 2005.