June 25, 2010

Air Laut Untuk Konsumsi

Masih ingat dengan krisis air bersih yang dialami Jakarta beberapa waktu yang lalu? Krisis kemarin hanya berlangsung +/- 3 hari saja, tetapi ribuan orang Jakarta sudah sibuk mencari sumber air lain untuk mandi dan keperluan rumah tangga. Lalu bagaimana bila krisis terjadi hingga berbulan-bulan bahkan menjadi permanen?

Operator pam di Jakarta sudah mencari alternatif sumber air baku lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian seperti di waduk Jati Luhur kemarin. Maka, mereka mulai melirik kepada air baku di kanal banjir timur, tetapi menurut informasi, mereka terkendala dengan debit air yang kurang sesuai dan pemetaan peruntukan lahan yang tersedia.

Lalu apa alternatifnya?

June 22, 2010

pekerjaan rumah pemda DKI Jakarta


Pada kompas.com diberitakan bahwa pada hari ulang tahun jakarta ke 483, tahun 2010, DPRD DKI Jakarta memberikan beberapa catatan kepada Pemda DKI, yaitu:
1. Penerapan kaidah good governance,
2. Reformasi birokrasi,
3. Terkait pengendalian banjir,
4. Konsep pola transportasi makro,
5. Peningkatan sekolah berstandar nasional,
6. Pelayanan kesehatan,
7. Pengadaan ruang terbuka hijau dan antisipasi perubahan iklim
8. Peningkatan kesadaran peduli lingkungan.

Apakah catatan ini akan di evaluasi di tahun depan oleh DPRD DKI?
Sebelumnya, mari kita coba evaluasi lebih dulu.

June 20, 2010

kajian sederhana transportasi jakarta

Berbagai wacana kembali mengemuka untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Mulai dari penggantian sistem 3 in 1 ke Electronic Road Pricing seperti di Singapura, hingga wacana menaikkan tarif parkir untuk menekan penggunaan mobil pribadi.

Bagi saya lucu, karena sebenernya ini akan menimbulkan masalah baru. Mari kita telaah satu-satu dari kacamata saya yang awam ini.

Electronic Road Pricing (ERP). Sebuah sistem dimana mobil akan dipasang alat sensor dengan kartu yang memiliki saldo tertentu, yang nilainya akan otomatis berkurang jika melewati suatu ruas jalan. Sistem ini sudah umum dipergunakan di Singapura. Hampir semua mobil dan motor disana sudah menggunakan alat ini untuk melewati jalan yang terpasang sistem ERP. Tapi penerapan ERP di Jakarta tentu jauh lebih rumit dibanding Singapura.

1. Wilayah dan Jumlah Mobil. Di Indonesia, dengan wilayah yang beratus-ratus kali lebih besar dari singapura, tentu akan kesulitan. Bagaimana jika mobil dari luar daerah ingin melintas jalan ber-ERP? Mereka belum tentu punya alatnya. Beli saat awalpun akan sia-sia karena belum tentu dipergunakan juga. Hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri.